catatanku

Niat Ikhlas dan Mutaba'ah

Hadiri Kajian dan Bedah Buku

March 28th, 2012 Posted in Info Kajian

1. KHUSUS UMMAHAT

Tanggal : Sabtu, 07 April 2012

Jam : Ba’da Asar sampai Selesai

Tempat : Masjid Ash-Shohabah, YPI Manaarussunnah jln Raya Yapemas Tambun

Tema : “Adap Seorang Muslim kepada Allah”

Pemateri : Ummu Ihsan Al-Atsari

Informasi : (021) 9475 7415 atau 0857 8095 7975

2. KHUSUS IKHWAN

Tanggal : Ahad, 08 April 2012

Jam : 09:00 sampai menjelang Dzuhur

Tempat : Masjid Ash-Shohabah, YPI Manaarussunnah jln Raya Yapemas Tambun

Tema : “Indahnya mencintai karena Allah”

Pemateri : Ust. Abu Ihsan Al-Atsari

Informasi : 0858 8088 0044 atau 0857 8095 7975

32 Cara Berbakti kepada Orangtua

March 22nd, 2012 Posted in Adab, Kajian

32 Cara Berbakti kepada Orangtua

Oleh: Asy Syaikh Muhammad Jamil Zainu
1. Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan janganlah mengucapkan “Ah” kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah kepada mereka dengan ucapan yang mulia.
2. Selalu taati mereka berdua di dalam perkara selain maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik.
3. Lemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, janganlah bermuka masam serta memandang mereka dengan pandangan yang sinis.
4. Jagalah nama baik, kemuliaan, serta harta mereka. Janganlah engkau mengambil sesuatu tanpa seizin mereka.
5. Kerjakanlah perkara-perkara yang dapat meringankan beban mereka meskipun tanpa diperintah. Seperti melayani mereka, belanja ke warung, dan pekerjaan rumah lainnya, serta bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu.

6. Bermusyawarahlah dengan mereka berdua dalam seluruh kegiatanmu. Dan berikanlah alasan jika engkau terpaksa menyelisihi pendapat mereka.
7. Penuhi panggilan mereka dengan segera dan disertai wajah yang berseri dan menjawab, “Ya ibu, ya ayah”. Janganlah memanggil dengan, “Ya papa, ya mama”, karena itu panggilan orang asing (orang-orang barat maksudnya –pent.).
8. Muliakan teman serta kerabat mereka ketika kedua orang tuamu masih hidup, begitu pula setelah mereka telah wafat.
9. Janganlah engkau bantah dan engkau salahkan mereka berdua. Santun dan beradablah ketika menjelaskan yang benar kepada mereka.
10. Janganlah berbuat kasar kepada mereka berdua, jangan pula engkau angkat suaramu kepada mereka. Diamlah ketika mereka sedang berbicara, beradablah ketika bersama mereka. Janganlah engkau berteriak kepada salah seorang saudaramu sebagai bentuk penghormatan kepada mereka berdua.
11. Bersegeralah menemui keduanya jika mereka mengunjungimu, dan ciumlah kepala mereka.
12. Bantulah ibumu di rumah. Dan jangan pula engkau menunda membantu pekerjaan ibumu.
13. Janganlah engkau pergi jika mereka berdua tidak mengizinkan meskipun itu untuk perkara yang penting. Apabila kondisinya darurat maka berikanlah alasan ini kepada mereka dan janganlah putus komunikasi dengan mereka.
14. Janganlah masuk menemui mereka tanpa izin terlebih dahulu, apalagi di waktu tidur dan istirahat mereka.
15. Jika engkau kecanduan merokok, maka janganlah merokok di hadapan mereka.
16. Jangan makan dulu sebelum mereka makan, muliakanlah mereka dalam (menyajikan) makanan dan minuman.
17. Janganlah engkau berdusta kepada mereka dan jangan mencela mereka jika mereka mengerjakan perbuatan yang tidak engkau sukai.
18. Jangan engkau utamakan istri dan anakmu di atas mereka. Mintalah keridhaan mereka berdua sebelum melakukan sesuatu karena ridha Allah tergantung ridha orang tua. Begitu juga kemurkaan Allah tergantung kemurkaan mereka berdua.
19. Jangan engkau duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka. Jangan engkau julurkan kakimu di hadapan mereka karena sombong.
20. Jangan engkau menyombongkan kedudukanmu di hadapan bapakmu meskipun engkau seorang pejabat besar. Hati-hati, jangan sampai engkau mengingkari kebaikan-kebaikan mereka berdua atau menyakiti mereka walaupun dengan hanya satu kalimat.
21. Jangan pelit dalam memberikan nafkah kepada kedua orang tua sampai mereka mengeluh. Ini merupakan aib bagimu. Engkau juga akan melihat ini terjadi pada anakmu. Sebagaimana engkau memperlakukan orang tuamu, begitu pula engkau akan diperlakukan sebagai orang tua.
22. Banyaklah berkunjung kepada kedua orang tua, dan persembahkan hadiah bagi mereka. Berterimakasihlah atas perawatan mereka serta atas kesulitan yang mereka hadapi. Hendaknya engkau mengambil pelajaran dari kesulitanmu serta deritamu ketika mendidik anak-anakmu.
23. Orang yang paling berhak untuk dimuliakan adalah ibumu, kemudian bapakmu. Dan ketahuilah bahwa surga itu di telapak kaki ibu-ibu kalian.
24. Berhati-hati dari durhaka kepada kedua orang tua serta dari kemurkaan mereka. Engkau akan celaka dunia akhirat. Anak-anakmu nanti akan memperlakukanmu sama seperti engkau memperlakukan kedua orangtuamu.
25. Jika engkau meminta sesuatu kepada kedua orang tuamu, mintalah dengan lembut dan berterima kasihlah jika mereka memberikannya. Dan maafkanlah mereka jika mereka tidak memberimu. Janganlah banyak meminta kepada mereka karena hal itu akan memberatkan mereka berdua.
26. Jika engkau mampu mencukupi rezeki mereka maka cukupilah, dan bahagiakanlah kedua orangtuamu.
27. Sesungguhnya orang tuamu punya hak atas dirimu. Begitu pula pasanganmu (suami/istri) memiliki hak atas dirimu. Maka penuhilah haknya masing-masing. Berusahalah untuk menyatukan hak tersebut apabila saling berbenturan. Berikanlah hadiah bagi tiap-tiap pihak secara diam-diam.
28. Jika kedua orang tuamu bermusuhan dengan istrimu maka jadilah engkau sebagai penengah. Dan pahamkan kepada istrimu bahwa engkau berada di pihaknya jika dia benar, namun engkau terpaksa melakukannya karena menginginkan ridha kedua orang tuamu.
29. Jika engkau berselisih dengan kedua orang tuamu di dalam masalah pernikahan atau perceraian, maka hendaknya kalian berhukum kepada syari’at karena syari’atlah sebaik-baiknya pertolongan bagi kalian.
30. Doa kedua orang itu mustajab baik dalam kebaikan maupun doa kejelekan. Maka berhati-hatilah dari doa kejelekan mereka atas dirimu.
31. Beradablah yang baik kepada orang-orang. Siapa yang mencela orang lain maka orang tersebut akan kembali mencelanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya dengan cara dia mencela bapaknya orang lain, maka orang tersebut balas mencela bapaknya. Dia mencela ibu seseorang, maka orang tersebut balas mencela ibunya.” (Muttafaqun ‘alaihi).
32. Kunjungilah mereka disaat mereka hidup dan ziarahilah ketika mereka telah wafat. Bershadaqahlah atas nama mereka dan banyaklah berdoa bagi mereka berdua dengan mengucapkan,
“Wahai Rabb-ku ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Waha Rabb-ku, rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah merawatku ketika kecil”. (*)
Diterjemahkan dari Kitab Kaifa Nurabbi Auladana.

Sumber : http://ulamasunnah.wordpress.com

NASHEHAT IBU KEPADA ANAKNYA YG MAU MALAM PERTAMA

January 27th, 2012 Posted in Adab, Nikah Tags: , , , , , ,

# Wasiat Seorang Ibu Kpd Putrinya Yg Akan Merasakan Mahligai Malam Pertama #
ust. Firanda MA

Al-’Abaas bin Khoolid As-Sahmi berkata :
“Tatkala ‘Amr bin Hajr mendatangi ‘Auf bin Mahlam As-Syaibaani u/ melamar putrinya yaitu Ummu Iyaas, maka ‘Auf berkata,

“Aku akan menikahkan putriku kpdmu dg syarat aku yg akan memberi nama putra2nya & aku yg akan menikahkan putri2nya kelak”.

Maka ‘Amr bin Hajr berkata, adapun putra2 kami maka kami menamakan mereka dg nama2 kami & nama2 bapak2 kami & nama2 paman2 kami. Adapun putri2 kami maka yg akan menikahi mereka adalah yg setara dg mereka dari kalangan kerajaan, akan tetapi aku akan memberikan kpdnya mahar sebuah bangunan di Kindah, & aku akan memenuhi kebutuhan2 kaumnya, tidak seorangpun dari mereka yg akan ditolak hajatnya”. Maka sang ayah (‘Auf) pun menerima mhara tersebut lalu menikahkan ‘Amr dg putrinya Ummu Iyaas.

Ream more »

MAKANAN HARAM

January 2nd, 2012 Posted in Fiqih, Makanan Tags: , ,

MAKANAN HARAM

Oleh
Ustadz Abu Ubaidah Al-Atsari

Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa makanan mempunyai pengaruh yang dominant bagi diri orang yang memakannya, artinya : makanan yang halal, bersih dan baik akan membentuk jiwa yang suci dan jasmani yang sehat. Sebaliknya, makanan yang haram akan membentuk jiwa yang keji dan hewani. Oleh karena itulah, Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan yang haram. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah baik, tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mu’min sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul, Allah berfirman : “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Dan firmanNya yang lain : “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”. Kemudian beliau mencontohkan seorang laki-laki, dia telah menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut serta berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit : “Ya Rabbi ! Ya Rabbi! Sedangkan ia memakan makanan yang haram, dan pakaiannya yang ia pakai dari harta yang haram, dan ia meminum dari minuman yang haram,dan dibesarkan dari hal-hal yang haram, bagaimana mungkin akan diterima do’anya” [Hadits Riwayat Muslim no. 1015]

Allah juga berfirman.

“Artinya : Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” [Al-A’raf : 157]

Makna “ At-Thoyyibaat” bisa berarti lezat/enak, tidak membahayakan, bersih atau halal. [Lihat Fathul Bari (9/518) oleh Ibnu Hajar]

Sedangkan makan “Al-Khabaaits” bisa berarti sesuatu yang menjijikan, berbahaya dan haram. Sesuatu yang menjijikan seperti barang-barang najis, kotoran atau hewan-hewan sejenis ulat, kumbang, jangkrik, tikus, tokek/cecak, kalajengking, ular dan sebagainya sebagaimana pendapat Abu Hanifah dan Syafi’i. [Lihat Al-Mughni (13/317) oleh Ibnu Qudamah]. Sesuatu yang membahayakan seperti racun, narkoba dengan aneka jenisnya, rokok dan sebagainya. Adapun makanan haram seperti babi, bangkai dan sebagainya.
Ream more »

Bekal-bekal menuju pernikahan

December 30th, 2011 Posted in Nikah

Bekal-bekal menuju pernikahan

Oleh : Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan

Islam adalah agama yang universal.
Agama yang mencakup seluruh aspek kehidupan.
Tidak ada satu persoalan pun dalam kehidupan ini, melainkan telah dijelaskan.
Dan tidak ada satu masalah pun, melainkan telah disentuh oleh nilai Islam,
kendati masalah tersebut nampak ringan dan sepele. Itulah Islam,
agama yang menebar rahmat bagi semesta alam.
Dalam hal pernikahan,
Islam telah berbicara banyak.
Dari sejak mencari kriteria calon pendamping hidup,
hingga bagaimana cara berinteraksi dengannya tatkala resmi menjadi penyejuk hati.
Islam memberikan tuntunan, begitu pula Islam mengarahkan bagaimana panduan
menyelenggarakan sebuah pesta pernikahan yang suka ria,
namun tetap memperoleh berkah dan tidak menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, demikian pula dengan pernikahan yang sederhana namun tetap ada daya tarik tersendiri.
Maka Islam mengajarkannya.
Namun catatan ini sebatas membahas tentang manfaat menikah, hal-hal yang berkenaan tentang khitbah (meminang), akad nikah, rukun-rukun, dan syarat-syarat serta pembahasan tentang pesta perkawinan atau walimatul ‘ursy.
Semoga kita bisa mengambil manfaat dari pembahasan tersebut.

Ream more »

Suami jatuh Cinta pada Wanita Lain*

December 21st, 2011 Posted in Nikah Tags: , ,

Suami jatuh Cinta pada Wanita Lain*

Assalamu’alaikum. Suami ana mempunyai hubungan dengan wanita lain tanpa sepengetahuan saya. Padahal saya sudah membolehkannya untuk menikah lagi. Baru sekarang saya tahu bahwa suami saya punya hubungan dengan wanita lain. Saya suruh mereka menikah agar tidak ada fitnah lebih jauh. Tapi wanita ini tidak mau menikah dengan suami saya karena dia tidak tahu kalau sudah punya istri. Akhirnya wanita ini menikah dengan orang lain.
Pertanyaan:

  1. Bagaimana mengatasi perasaan saya yang kecewa terhadap suami ana (saya) pada saat dia punya hubungan dengan wanita lain?
  2. Saat si suami saya masih menyimpan perasaan sayang dan cinta terhadap wanita itu. Apakah mempunyai perasaan terhadap wanita lain yang bukan istrinya seperti itu dibolehkan? Syukron

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Insya Allah saudari sebagai istri tidak bersalah kepada suami atas tindakan yang saudarai lakukan, karena punya niat baik untuk membantu suami agar cepat menikah daripada terjadi fitnah. Demikian juga wanita itu tidak salah bila menikah dengan pria lain, karena dia kurang suka bila menikah dengan laki-laki yang sudah punya istri. Dia punya hak pilih untuk menentukan pasangan hidupnya.

Ream more »

Wasiat-Wasiat Generasi Salaf

December 21st, 2011 Posted in Penyucian Jiwa Tags: ,

WASIAT-WASIAT GENERASI SALAF

Oleh
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari

GENERASI SALAF SEBAGAI GENERASI PILIHAN
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya:

وَالسَّابِقُونَ اْلأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga, di bawahnya banyak sungai mengalir; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. [At-Taubah : 100]

Dalam ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi pujian kepada para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan. Merekalah generasi terbaik yang dipilih oleh Allah sebagai pendamping nabi-Nya dalam mengemban risalah ilahi.

Pujian Allah tersebut, sudah cukup sebagai bukti keutamaan atau kelebihan mereka. Merekalah generasi salaf yang disebut sebagai generasi Rabbani yang selalu mengikuti jejak langkah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dengan menapak tilasi jejak merekalah, generasi akhir umat ini akan bisa meraih kembali masa keemasannya. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Malik rahimahullah, “Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang membuat generasi awalnya menjadi baik”. Sungguh sebuah ucapan yang pantas di tulis dengan tinta emas. Jikalau umat ini mengambil generasi terbaik itu sebagai teladan dalam segala aspek kehidupan niscaya kebahagiaan akan menyongsong mereka.

Dalam kesempatan kali ini, kami akan mengupas bagaimana para salaf menyucikan jiwa mereka, yang kami nukil dari petikan kata-kata mutiara dan hikmah yang sangat berguna bagi kita.
Ream more »

#Kalo tidak malu berbuatlah sesukamu#

December 21st, 2011 Posted in Adab

#Cukuplah rasa Malu penahan
Maksiatmu.#

Ternyata pendengaran, penglihatan bahkan fikiran dalam dada, ada tanggungjawabnya dihari Qiyamat

Apalagi ketika kita berbuat maksiat, pastinya akan terlihat jelas dihadapan Allah Ta’ala.

Sehingga suatu hari Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam bersabda :

عَنْ أَبِيْ مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو اْلأَنْصَارِيِّ الْبَدْرِيِّ رضي الله عنه، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ اْلأُولَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr al-Anshari al-Badri Radhiallhu Anhu , me-ngatakan: Rasulullah Shalallahu alaihi wasalm bersabda:
“Salah satu perkara yang telah diketahui manusia dari ucapan para nabi terdahulu yaitu:
” Jika kamu tidak malu, maka lakukan apa saja sesukamu.”
(HR. al-Bukhari no. 3483, 3484, 6120)

Dalam hadits shahih Riwayat Imam Ahmad, Rasulullah sholallhualaihiwasalam bersabda:
يَأَيُّهَاالنَّاسُ اِسْتَحْيُوْا مِنَ اللهِ حَقَّ الْحَيَاءِ. وَالاِ سْتِحْيَاءُ مِنَ اللهِ حَقَّ الْحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى وَالْبَطْنَ وَمَا حَوَى وَمَنْ تَذَكَّرَالْبَلاَ تَرَكَ زِيْنَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا.

”Wahai manusia, malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Karena Malu kepada Allah dengan sebenar- benarnya akan menjaga kepala dari apa yang dipikirkannya, menjaga perut dan apa yang dikandungnya. Barangsiapa yang mengingat petaka (akhirat) niscaya ia meninggalkan perhiasan(haram) kehidupan dunia.”

Mari kita tumbuhkan rasa malu kepada Allah Ta’ala,
karena dengannya kita akan berfikir seribu kali untuk melangkah kejurang maksiat.

Bedakan malu untuk bermaksiat dg malu untuk berbuat Taat, karena malu yg kedua merupakan sifat tercela

Mari hiasi langkah kita dipagi hari ini dg RASA MALU..

Semoga ia menjadi manfaat dihari Hisab.

(Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid).

Bid’ah-bid’ah seputar membaca al Qur’an.

December 14th, 2011 Posted in Al Qur'an Tags: , , ,

Bid’ah-bid’ah seputar al Qur’an.

1. Menyewa orang untuk membaca al Qur’an di kuburan.

Syaikh ibnu ‘Utsaimin ditanya tentang Menyewa orang untuk membaca al Qur’an untuk dihadiahkan kepada ruh mayat.

Jawab:
Ini termasuk bid’ah, dan tidak berpahala baik untuk pembaca maupun untuk mayit. Karena pembaca mengharapkan dunia (upah) saja, dan setiap amal shalih yang bertujuan untuk meraih dunia, maka tidak mendekatkan kepada Allah dan tidak diberikan pahala, maka perbuatan ini hanyalah menyia-nyiakan harta ahli warits, dan hendaknya dijauhi karena ia adalah bid’ah yang munkar. (Majmu’ fatawa wa rasa-il syaikh Muhamad bin Shalih al ‘Utsaimin 2/304).

Ream more »

Faedah Menikah di Usia Muda

December 5th, 2011 Posted in Nikah

#Faedah Menikah di Usia Muda#

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam dan satu-satunya layak untuk disembah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Menunda-nunda menikah bisa merugi. Berikut penjelasan yang bagus dari ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan -hafizhohullah-  yang kami kutip dari Web Sahab.net (arabic).

Ream more »